Kompetensi, Integritas, dan Akuntabilitas Hakim dalam Penguatan Independensi Peradilan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.53611/rsvn5569Keywords:
Kompetensi Hakim, Integritas Hakim, Supremasi Hukum, Sistem Peradilan, KeadilanAbstract
Kompetensi, integritas, dan akuntabilitas hakim merupakan unsur fundamental dalam menjaga independensi peradilan dan supremasi hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi dan integritas hakim serta merumuskan strategi penguatan akuntabilitas tanpa mengurangi independensi kekuasaan kehakiman. Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan historis. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran sistematis terhadap peraturan perundang-undangan, kode etik, dan literatur hukum. Hasil penelitian mengidentifikasi sejumlah persoalan kelembagaan, meliputi efektivitas pendidikan berkelanjutan, rekrutmen dan evaluasi hakim, keterbatasan sumber daya, tekanan eksternal, lemahnya pengawasan etik, serta kesejahteraan hakim. Analisis menunjukkan bahwa kekurangan kompetensi, pelanggaran etik, dan tindak pidana korupsi memerlukan mekanisme penanganan yang berbeda. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi peradilan melalui penguatan pendidikan profesional, seleksi berbasis merit, pengawasan yang akuntabel, serta perlindungan independensi hakim. Integrasi kompetensi, integritas, independensi, dan akuntabilitas menjadi dasar pengembangan sistem peradilan yang profesional, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Downloads
References
Achode, L. (2022). Judicial ethics: A key tenet to legal ethics. Strathmore Law Journal, 6(1), 257–267. https://doi.org/10.52907/slj.v6i1.183
Arifin, F., & Mamonto, A. W. W. (2024). Judicial reform in Indonesia: Balancing independence and political interference. Indonesian Court and Justice Review, 1(1). https://doi.org/10.65815/sdyky041
Arifin, R., Alejandro, S. F., Utari, I. S., & Masyhar, A. (2026). Judicial integrity in Indonesia: Addressing corruption risks in court administration and judicial decision-making. Indonesian Anti Corruption Studies. https://doi.org/10.65815/fr30gw44
Asrun, A. M., & Hossein, Z. A. (2023). Evolution of Indonesian judiciary: From struggle of independence to crisis of accountability. Russian Law Journal, 11(2). https://doi.org/10.52783/rlj.v11i2.886
Aulia, M. Z. (2019). Hukum progresif dari Satjipto Rahardjo: Riwayat, urgensi, dan relevansi. Undang: Jurnal Hukum, 1(1).
Farhan, A. T. D., Azizy, M. I., & Nasihin. (2024). Menuju Era Emas Peradilan.
Hanapi, R. A. (2019). Rekonstruksi mekanisme rekrutmen hakim dalam rangka penguatan lembaga peradilan di Indonesia. Jurnal Legislatif, 2(2).
Iksan, O. M. (2019). Efektifitas Pengawasan Hakim Oleh Komisi Yudisial. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang.
Indonesia, K. A. R. (2025). Penahanan tersangka RS dalam perkara suap gratifikasi penanganan perkara Ronald Tannur. https://kejati-sulawesiselatan.kejaksaan.go.id/conference/news/3155/read
Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI Nomor 047/KMA/SKB/IV/2009 dan 02/SKB/P.KY/IV/2009 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, (2009).
Integrity, J. G. on S. J. (2002). The Bangalore Principles of Judicial Conduct. https://www.unodc.org/pdf/crime/corruption/judicial_group/Bangalore_principles.pdf
Irianto, S. (2019). Problematika Hakim dalam Ranah Hukum, Pengadilan, dan Masyarakat di Indonesia: Studi Sosio-Legal. Pusat Analisis dan Layanan Informasi Komisi Yudisial Republik Indonesia.
Jufri, J., Yasmin, M., Fitria, I., Cahyani, A., & Adhilia, L. T. F. (2024). Dimensions of judges independence in the judicial process. Alauddin Law Development Journal, 6(3), 541–550. https://doi.org/10.24252/aldev.v6i3.51651
Kosař, D., Šipulová, K., & Kadlec, O. (2024). The case for judicial councils as fourth-branch institutions. European Constitutional Law Review, 20(1), 82–119. https://doi.org/10.1017/S1574019624000038
Martien, D., Setiadi, Y., & Güney, N. (2026). Reconfiguring judicial oversight and judicial independence: A comparative legal-political study of Indonesia and Türkiye. PATTIMURA Legal Journal, 5(2). https://doi.org/10.47268/pela.v5i2.25569
Mawardi, C., & Al Akhdloriy, A. A. (2024). Tantangan modern dalam menjaga integritas hakim: Mengatasi ancaman terhadap keluhuran martabat profesional. Jatijajar Law Review, 3(1), 15–24. https://doi.org/10.26753/jlr.v3i1.1323
McCoubrey, S. (2021). Teknologi Baru dan Integritas Hakim di ASEAN. Journal of Judicial Integrity Network ASEAN, 9.
Muhlizi, A. F. (2014). Melahirkan Hakim Reformis. https://rechtsvinding.bphn.go.id/articles/3
Pambudi, B. R., Antikowati, A., & Yunita, F. T. (2025). Abuse of authority by the House of Representatives in the replacement of Constitutional Court judges: A threat to judicial independence. Jurnal Konstitusi, 22(1). https://doi.org/10.31078/jk2215
Pudjiastuti, D. (2023). Penerapan prinsip akuntabilitas dalam independensi hakim di Indonesia. Res Nullius Law Journal, 5(2), 112–122. https://doi.org/10.34010/rnlj.v5i2.9430
Rahmadani, R., & Raodah, P. (2026). Reorientation of the Honorary Council of the Constitutional Court in the ethical accountability of constitutional justices following Constitutional Court Regulation Number 11 of 2024. Journal Kompilasi Hukum, 11(1). https://doi.org/10.29303/jkh.v11i1.374
Šipulová, K., Spáč, S., Kosař, D., Papoušková, T., & Derka, V. (2023). Judicial self-governance index: Towards better understanding of the role of judges in governing the judiciary. Regulation & Governance, 17(1), 22–42. https://doi.org/10.1111/rego.12453
Sofwan, M. N. P., Martanto, A. H., Saputra, S. B., Nugraha, R. M. S., & Baidhowi, B. (2026). Analisis kedudukan Komisi Yudisial dalam mengawasi pelanggaran perilaku hakim demi mewujudkan akuntabilitas lembaga peradilan Indonesia. Iuris Notitia: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1). https://doi.org/10.69916/iuris.v4i1.434
Sumodiningrat, A., & Rahma, N. A. (2024). Non-procedural replacement of Constitutional Court justices: A threat to democracy and judicial independence. Jurnal Konstitusi, 21(4), 588–608. https://doi.org/10.31078/jk2144
Putusan Nomor 454/Pid.B/2024/PN Sby, (2024). https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaef4e120aad420088da303832313236.html
Susanti, R., Wijayanta, T., & Yuniza, M. E. (2025). Keterlambatan penanganan laporan masyarakat oleh Komisi Yudisial dalam perspektif perbuatan melawan hukum oleh penguasa (onrechtmatige overheidsdaad). Jurnal Yudisial, 18(2). https://doi.org/10.29123/jy.v18i2.738
Wahyuni, W. (2022). Pendidikan Menjadi Calon Hakim dan Calon Jaksa. https://www.hukumonline.com/berita/a/pendidikan-menjadi-calon-hakim-dan-calon-jaksa-lt6310852d547c1/
Zahrany, A., Adji, S. P., & Rosandi, A. A. (2024). Code of ethics of judges as a guide for the performance of good legal professions. Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal, 4(2). https://doi.org/10.15294/ipmhi.v4i2.77504
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heristiawan Aryo Wirotomo, Sri Ayu Astuti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Silatene Sosial & Humaniora is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.